cbcpos.com, Pekanbaru — Dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Advokat dan pemerhati penegakan hukum Rusdi Bromi, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers di Indonesia yang terus berjuang menjaga independensi, integritas, dan keberpihakan pada kebenaran.
Menurut Rusdi Bromi, Hari Pers Nasional tidak boleh dipandang sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi ruang refleksi bersama tentang posisi strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers, kata dia, memiliki peran vital sebagai penjaga nurani publik, pengawas kekuasaan, serta penyalur suara rakyat yang kerap terpinggirkan.
“Selamat Hari Pers Nasional. Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi pilar demokrasi dan benteng terakhir kebenaran. Tanpa pers yang merdeka dan berani, keadilan mudah dibelokkan dan kekuasaan kehilangan kontrol moralnya,” tegas Rusdi Bromi.
Sebagai advokat yang selama ini konsisten memperjuangkan keadilan substantif, Rusdi Bromi menilai pers memiliki kesamaan nilai dengan profesi hukum, yakni sama-sama dituntut untuk menjunjung tinggi etika, integritas, dan keberanian moral. Ia menegaskan bahwa kecerdasan dan popularitas tidak akan berarti tanpa kejujuran dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Rusdi Bromi juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi, tekanan politik, serta kepentingan ekonomi dan oligarki, tantangan pers saat ini semakin berat. Namun justru dalam situasi tersebut, pers dituntut untuk tidak kehilangan jati diri dan tetap memegang teguh prinsip independensi.
“Pers tidak boleh jinak, apalagi tunduk pada pesanan kekuasaan atau modal. Pers harus tetap kritis, meski pahit, dan berani mengungkap fakta, meski berisiko. Di situlah martabat jurnalisme diuji,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi sehat antara pers, masyarakat sipil, dan aparat penegak hukum
