cbcpos.com, Pekanbaru, 12 Februari 2026 – Peri Akri,S.E.,M.M ketua Umum DPN Pemigastara Nasional, yang merupakan Putra Asli Bumi Riau. Merasa resah melihat keadaan Riau.
Riau yang di kenal minyak atas bawah. Namun masyarakat masih banyak yang belum menikmati hasil tersebut. Ber tahun – tahun minyak di ambil di bumi Riau namun Riau dapat apa?
Belum lagi cadangan minyak fosil di Riau semakin menipis. Akan tetapi lahan sawit di Riau masih terluas di Indonesia.
Melihat hal ini Peri Akri,S.E.,M.M Ketua DPN Pemigastara mengatakan pada media. Berikut ini opini nya
” Jauh sudah perjalanan Bumi lancang kuning Riau dalam menopang keuangan negara Republik Indonesia ini.
Dimulai hibah dari kerajaan Siak awal berdirinya Republik Indonesia, Bahasa Melayu Riau cikal bakal bahasa nasional Indonesia, menghasilkan kualitas minyak fosil terbaik di dunia dengan kadar belerang terendah, pernah menjadi penghasil terbesar nomor dua didunia, perkebunan sawit terluas didunia 3,49juta H, saat ini masih beroperasi dua pabrik pulp & paper terbesar didunia dan sebegitu banyaknya keberlimpahan negeri bumi Melayu lancang kuning ini tiada yang bisa jangankan melebihi menyamakan saja keberlimpahan tersebut InshaAllah sampai detik ini belum akan bisa!
Secara teritori dalam perspektif kami Riau berpotensi Besar menjadi lokomotif sekaligus Poros baru Ekonomi Kawasan ASia Tenggara, paling tidak untuk Indonesia kawasan Barat.
Semua variabel baik Ekonomi, sosial dan lainnya sangat sangat mendukung.
Sebelum ‘Covid 19’ pertumbuhan ekonomi Riau terus diatas rata rata pertumbuhan ekonomi Nasional.
Adanya pemberitaan beberapa waktu yang lalu terkait ditemukan nya cadangan minyak baru Di Rohul 7,49 juta Barel & Selatpanjang kepulauan Meranti, Alhamdulillah menambah cadangan energi fosil Riau berdasarkan data yang lama kurang lebih menjadi 3,4 Milyar Barel dan ‘equal’ kurang lebih 25 tahun berproduksi, kecuali ditemukan teknologi perminyakan yang baru.
Linier dengan fakta fakta tersebut diatas dan memperhatikan serta mempertimbangkan ” Kekinian” makro mikro, sosial politik Tempatan tempat kami ‘bermaustautin’ saat ini, negeri lancang kuning harus segera mendirikan “DEWAN ENERGI, EBT LANCANG KUNING” yang keanggotaannya di isi oleh semua lini lintas ilmu, kompetensi, tokoh dan Ahlinya, Utusan 12 kabupaten kota yang ada di Riau serta Pribadi yang Tunak atas kedigdayaan Bumi lancang kuning ini.
Kota Duri pernah ditulis dalam sebuah buku sebagai Tanah air baru Amerika oleh seorang penulis handal dan pemerhati migas Indonesia Agung Marsudi.
DEWAN Energi, EBT LANCANG KUNING tersebut cukup di “Pergub” kan saja dan melapor bertanggungjawab langsung ke Gubernur Riau.
Tugas DEWAN ENERGI EBT LANCANG KUNING ini ‘mensupervisi mengkoordinasikan’ seluruh BUMD yang ada di Riau bukan migas saja tapi termasuk Jasa Penunjang nya.
Dewan Energi EBT LANCANG KUNING ini memastikan tata kelola yang profesional berorientasi profit untuk memperkuat ekonomi Riau serta mengoptimalkan sisa waktu yang ada terhadap energi fosil emas ‘hitam’ yang akan segera berakhir baik secara waktu dan isu lingkungan serta bisnis yang pada akhirnya tidak ekonomis.
Semoga langkah kecil Poltical Will ini berdampak besar terhadap perekonomian Riau dan kesejahteraan masyarakat bumi Melayu lancang kuning.
Riau sudah wajib Merubah peta jalan makro dan mikro ekonominya, dan ini blue print usulan sederhana perspektif kami Peri Akri Domo.
Salam,
Mahadaya Bumi Lancang Kuning. “
