Irdas Muswar Siap Majukan Bumi Siak Pusako

cbcpos.com |

cbcpos com, SIAK – Hari terakhir pendaftaran calon Dirut BSP, di Siak Sri Indrapura, Jumat (19/4/2026) dikejutkan dengan munculnya nama Irdas Muswar yang memutuskan turun gunung meramaikan bursa kandidat direktur utama PT Bumi Siak Pusako (BSP), sebuah BUMD Riau yang sejak Agustus 2022 mengelola Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) secara mandiri. Dengan 72,29% sahamnya dimiliki pemerintah kabupaten Siak.

“Saya lahir, besar, hidup setengah abad hingga di posisi saat ini adalah dari hasil migas Riau, sehingga saatnya saya untuk berbuat dan mengabdikan diri dalam memperbaiki dan membesarkan BUMD kebanggaan masyarakat Riau ini,” ujarnya kepada awak media usai mendaftar.

“Terlepas dari sorotan publik terkait kinerja dan capaian BSP saat ini yang diberitakan tidak sedang baik-baik saja, saya justru terpanggil dan memberanikan diri meninggalkan zona nyaman saat ini, untuk mengabdi demi kemajuan BSP ke depan. Mengembangkan BSP menjadi KKKS besar di Indonesia,” tambah alumni Geologi Universitas Gadjah Mada ini.

Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun di industri migas, putra daerah Riau ini akan mendorong BSP lebih baik, lebih progresif dan memiliki daya saing tinggi. Langkah Irdas ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal bahwa BSP siap melakukan lompatan besar melalui inovasi strategis, dengan basis kepemimpinan profesional yang kuat. Rekam jejaknya dulu di Chevron, Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta kekuatan jaringan di dunia migas nasional menjadi jaminan.

Baca Juga  Dugaan Pungli di Lapas Kelas II B Selatpanjang, Mohd Ilham : kita minta APH melakukan penyelidikan.

Irdas Muswar, kini masih tercatat sebagai Perwira Pertamina, Team Manager Minas Pertamina Hulu Rokan, sebelumnya 24 tahun lebih bekerja di PT Chevron Pacific Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang berpandangan strategis jauh ke depan.

Alumni Geologi UGM, Yogyakarta ini, juga masih mengemban amanat sebagai Ketua Pengda Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) provinsi Riau. Di era kepemimpinannya, ia menggagas seminar nasional yang digelar di provinsi Riau terkait transisi rezim kontrak, dari Cost Recovery ke Gross Split (2017), Seminar Sustainable Management of Natural Resources and Environment for Indonesia” (2018) serta “Asa Migas untuk Riau” (2022).

Bahkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang ke-47 di Pekanbaru tahun 2018 mencatat rekor menjadi PIT pertama yang menggunakan “paperless concept”. Berhasil menyelenggarakan “Gala Dinner” yang dihadiri tidak kurang oleh 600 orang peserta (ahli geologi seluruh Indonesia), dengan konsep “kearifan budaya lokal”.

Baca Juga  Manegemen PT Rapp Melalui Humas Budi Firmansyah Memberikan Bantuan kepada kedua Anak Yatim dan Lakukan Kegiatan Buka Bersama Dengan Insan Pers Pelalawan 

Keingintahuannya pada banyak hal membuat pemilik nama lengkap Irdas Amanda Muswar ini menjadi pioneer di berbagai kegiatan komunitas profesi. Sebagai Ketua IAGI Pengda Riau ia turun langsung ke lokasi ketika terjadi peristiwa semburan gas rawa (biogenik) di Ponpes Al Ihsan Boarding School Riau, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, (2021).

Kepiawaian Irdas di dunia migas terutama di bumi Melayu sudah teruji, 28 tahun lebih ia mengabdi untuk energi yang menghidupi negeri. Kecintaannya pada Indonesia, ibu Pertiwi, tak diragukan lagi.

Di dada pria kelahiran 10 Agustus 1976 ini terpatri jiwa ksatria dan komitmen, dengan ikut mendaftar sebagai pimpinan di PT BSP, ia ingin menjadi bagian dari barisan para putra daerah, yang berkontribusi dalam menjalankan dan menjaga ketahanan energi nasional, dan menggerakkan kemajuan PT BSP dalam mencapai visinya menjadi tiga besar perusahaan (BUMD) migas nasional Indonesia yang dikagumi dan mampu bersaing dengan perusahaan migas kelas dunia.

Baca Juga  Lakukan investigasi untuk langkah sebuah berita yang menyebarkan tanpa konfirmasi ulang.

Terlebih keahlian putra asli Duri ini adalah Asset optimization, Development Geology dan Manajemen Proyek. Tahun 2010, setelah pulang dari Perth, Australia, mengikuti program “Career Development Assignment” di Perth, bersama dua rekannya, ketika di Libo Area, Asih North, menemukan sumur step out, hingga mendongkrak produksi, 3 sumur menghasilkan 5.000 barel per hari.

Kepiawaiannya dibuktikan sejak 2018 hingga saat ini, ia memegang lapangan Minas, waterflood terbesar di Asia Tenggara. Hingga bisa menahan laju decline dari 11 persen menjadi 4 persen, dengan terobosan Reservoir Management Transformation “back to Geology” yang mengaplikasikan Teknologi AI dalam analisa subsurface. Jejak yang terbukti menghasilkan terobosan yang menghasilkan peningkatan produksi minyak yang signifikan. Menurutnya, tantangan industri migas ke depan saat ini adalah Technology Capasity untuk bisa berdaya saing tinggi. ***