cbcpos.com, Pekanbaru, 9 Maret 2026 – Saudaraku, Yang terlihat tidak seperti kelihatannya!
Info dari pemerintahan pertumbuhan ekonomi Indonesia diangka 5.0% (tahun 2025, tahun 2026 diproyeksi 5.7%) yang artinya ekonomi Indonesia sesuai ekspektasi proyeksi pemerintah bahwa ekonomi tumbuh baik baik saja namun kenyataannya di lapangan tidak mencerminkan pertumbuhan tersebut.
Didaerah terjadi resistensi yang tinggi atas kebijakan kebijakan yang diambil kepala daerahnya seperti kenaikan persentase PBB nya yang luarbiasa dan terjadi chaos sosial ekonomi seperti di Pati waktu itu.
Artinya di negeri yang struktur ekonominya didominasi oleh sektor UMKM hampir 80% ini pendekatan pajak sangat tidak efektif! Dan gagal fokus!
Patut diduga efek domino dari pusat ke daerah berdampak ekstrim terhadap sosial ekonomi daerah dan pada akhirnya akan chaos!
Dapat dikatakan pemerintah terindikasi gagal fokus dalam menetapkan kebijakan fiskal, ekonominya.
Sektor ekonomi keuangan Indonesia dikuasai oleh 15 sd 20 persen menengah ‘ATAS’ dan SEHARUSNYA kelompok ini saja (plus rasionalisasi aset para koruptor yang beritanya sudah sangat banyak disita oleh negara) sudah sangat lebih dari cukup untuk menyelesaikan persoalan defisit negara ini bukan justru sebaliknya membebankan terkesan “memalakkan” rakyat kecil yang sudah sangat sulit kehidupannya!
(jika memang demikian).
Negeri ini terindikasi gagal fokus!
Tajam kebawah tumpul keatas!
Mestinya masyarakat harus diberikan stimulus untuk merangsang dan meningkatkan daya beli nasional! Bukan sebaliknya dengan memajakkin rakyat kecil yang hari ini untuk konsumsi hari harinya telah menggerus tabungannya.
Bukti kepanikan ‘elite’ adanya rencana menarik pajak dari ‘PSK’ artinya yang haram hari ini jadi legal dan ‘halal’, subhanallah!
THR pun akan dikenai pajak🙏🏻
Katakan dengan hati lakukan dengan Tindakan.
Anda apa yang anda pikir.
Salam,
Mahadaya Bias!
