CBCPOS.COM – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintahan ( DPD LP2KP ) Kabupaten Kepulauan Meranti Selat Panjang melaksanakan audiensi penting bersama Kepala Pimpinan Cabang PT PELINDO Kabupaten Kepulauan Meranti Selat Panjang , Bapak Bruri beserta jajaran manajemen . Audiensi yang berlangsung lancar dan kondusif ini menjadi ruang penyampaian kritik dan saran membangun terkait kondisi keamanan dan tata kelola di kawasan pelabuhan Pelindo yang ada di kabupaten Kepulauan Meranti selat panjang .
Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintahan ( LP2KP ) Selat Panjang , Jusnarizal , dalam pertemuan tersebut tampil tegas dan kritis menyoroti situasi keamanan di pelabuhan yang dinilainya memprihatinkan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan agen-agen transportasi kapal yang masih belum teratur serta memprihatinkan di tambah lagi dengan situasi di pelabuhan terminal penumpang Tanjung harapan ketika air pasang naik seluruh di area parkir pada tenggelam terendam oleh air pasang dari laut .
Maka dari pada itu . kami tim Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintahan ( DPD LP2KP ) Berserta dukungan dari Bapak Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP ( PURNA ) H.ASMAR , Kepala Dinas PUPR Bapak RAHMAD KURNIA Dan segenap aliansi yang ada di seputaran area pelabuhan Pelindo sangat berharap kepada General Manager Pelindo Bapak Jhoni Hutama supaya bisa memberikan support dan dukungan sepenuhnya untuk pembangunan jalan yang ada di di depan kantor cabang Pelindo Kabupaten Kepulauan Meranti selat panjang.
PT PELINDO harus bertanggung jawab” tegas Ketua DPD LP2KP Jusnarizal ,
Selain kritik, Wakil Ketua DPD LP2KP Hentino Saputra juga memberikan sejumlah saran strategis, di antaranya adalah:
1. Pembangunan Jalan yang ada di depan kantor cabang Pelindo selat panjang / Jalan utama pengangkutan barang dari dermaga pelabuhan Pelindo kurang lebih 300 meter sudah 25 tahun belum ada Tersentuh ataupun di perbaiki dari pihak PT Pelindo kalau bisa di segera kan
2. Pendataan agen transportasi secara resmi dan transparan,
3. Pemberian stiker resmi sebagai tanda legalitas dari Pelindo dan Dishub
3. Pembuatan portal masuk pelabuhan dengan nuansa khas Melayu dan semboyan “Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung”,
4. Dan pembangunan kios-kios resmi dekat area pelabuhan guna mengatur aktivitas masyarakat dengan lebih tertib.
Sementara itu, Ketua DPD LP2KP Jusnarizal , turut menyuarakan keprihatinan serupa. Ia menekankan bahwa kondisi internal pelabuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab PT Pelindo, tetapi seluruh pihak yang terlibat.
“Kita butuh pembenahan total. PT Pelindo, Dishub, BUMD, KSOP, DPD LP2KP hingga para agen transportasi harus punya komitmen bersama untuk menjaga marwah Kota selat panjang Keamanan harus diperketat. Jika ada oknum keamanan yang tidak bisa menjalankan tugas, kami minta untuk di-skors,” kata Jusnarizal
Dalam kesempatan tersebut, GM PT PELINDO Tanjung Balai Karimun, Bapak Jhoni Hutama menyampaikan apresiasi dan komitmen atas masukan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa Pelindo membuka ruang dialog yang luas dan siap untuk segera menindaklanjuti poin-poin yang disampaikan dalam audiensi.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian DPD LP2KP Kabupaten Kepulauan Meranti , DPC.F.SPTI-K.SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti , KOPERASI TKBM Kabupaten Kepulauan Meranti , EMKL Kabupaten Kepulauan Meranti , Kritik dan solusi yang disampaikan akan menjadi catatan serius kami. Pelindo siap mengevaluasi dan mengeksekusi perbaikan secara bertahap, demi menjadikan pelabuhan sebagai wajah Kota Selat Panjang yang tertib, beradab, dan membanggakan,” ujar Jhoni Hutama GM Pelindo
Audiensi ini di tutup dengan kesepakatan bahwa akan di lakukan pertemuan lanjutan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait guna memformulasikan langkah langkah kongkret dalam waktu dekat , semua pihak sepakat bahwasanya kabupaten Kepulauan Meranti kota selat panjang harus di bangun bukan hanya dengan infrastruktur tetapi juga dengan menjaga nilai dan Marwah budaya Melayu yang menjadi jati diri kota ini .
