Peri Akri Domo  “Inkonsisten & Efektivitas yang tidak efektif” Memang Bingung Banget. MBG?

cbcpos.com |

cbcpos.com, 26 Februari 2026 – Catatan Saudaraku, Mari kita sederhanakan perspektif kita atas kekinian situasi dan dinamika yang terjadi saat ini di negeri kita tercinta penuh keberlimpahan dari Allah SWT, negara kaya tapi belum berdaya, wilayah yang berkelimpahan tapi tak berkelindan dengan sosial ekonomi masyarakat nya yang jauh dari kata sejahtera, negeri yang istimewa tapi belum istimewa.

Kalau boleh disebut “kisruh, kusut Masai” persoalan persoalan bangsa / negeri saat ini tentu tidak terlepas dari izin Nya.

Tuhan “bergantung” pada prasangka hambanya.

Allah maha segala galanya, minta yg baik baik (tulus khidmad) InshaAllah di kasih baik, demikian juga sebaliknya.

Linier dengan narasi diatas, mari kita hentikan saling menghujat, mencaci maki dan semua hal negatif atas diri seseorang apalagi Umaro, mari kita berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa sesuai keyakinan kita secara tulus, ikhlas jika perlu menangislah di sajadah masing masing saling mendoakan dengan kata dan kalimat seperti berikut;

*Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah kesehatan, kekuatan, kejernihan berpikir, dan memutuskan serta keberanian dalam bertindak untuk Presiden kami bapak Jenderal Prabowo, agar bisa atas izinMu ya Allah membawa Indonesia menjadi negara yang makmur, sejahtera rakyatnya dan disegani negaranya serta bermanfaat bagi negara lainnya.*

Baca Juga  Frans Chaverius Tampubolon Apresiasi Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan, S.H. Bangun Mushalla

Kirimkan doa ini menembus langit didasari keikhlasan dan ketulusan hati demi negeri.

Lakukan, gagal (belum dikabulkan), evaluasi (mungkin belum tulus ikhlas), coba lagi dan lagi dan lagi sampai dua tangan ini masih bisa dikepal dan dua kaki ini melangkah, done!

Allah tidak beri cobaan melebihi kemampuan ciptaanNya.

InshaAllah tiada cara lain yang bisa kita lakukan saat ini saudaraku kecuali Berdoa yang tulus ikhlas kepada Tuhan yang maha Kuasa, karena secara duniawi (hanya, bukan yg lainnya) Presiden RI yang memiliki sumber daya untuk membalikkan keadaan negeri kearah sesuai cita cita pendiri bangsa (sandera menyandera) yang “kusut masai’ ini selesai.

Segenap kewenangan, kekuasaan ada ditangan Presiden, sebagai kepala pemerintahan, kepala negara dan panglima tertinggi di republik ini.

Baca Juga  Rusdi Bromi Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional: Pers Adalah Penjaga Nurani Publik dan Pilar Keadilan

Semoga Orang orang terbaik putra bangsa yang ada disekelilingnya Presiden, (ada yang namanya staf khusus, tenaga ahli, staf ahli dan sebagainya) dapat hendaknya memberikan nasehat masukan terbaik (dan tidak cukup baik saja tapi harus benar) untuk Presiden dan Presiden memiliki semua data serta informasi ditangannya.

Semua elemen kekuasaan ada dibawah kendali Presiden.

Semua institusi (secara langsung atau tidak langsung), lembaga, badan’ dibawah kendali, supervisi, koordinasi Presiden.

Segenap (kalau tidak) Semua lini elemen komponen masyarakat , bangsa telah ‘berteriak, bersuara’ atas kekinian situasi dinamika yang ada, terus apa hasilnya?

Para pihak tidak bergeming, Justru jargon jargon kebencian yang berkembang dan terpapar di ruang ruang publik, yang justru hal ini akan membuat situasi makin tidak kondusif yang akan membentuk aura negatif di Republik ini dan justru berpotensi melemahkan, memecah belah bangsa dan chaos.

Potensi perang saudara bukan tidak mungkin akan terjadi dan bubarnya NKRI seperti Uni Soviet (glasnos & perestroika).

Baca Juga  Ormas Madas Nusantara-LSM LIRA Akan Proses Hukum Penyedia MBG Tidak Layak. Bentuk Satgas Pengawas

Sekali lagi, mari kita doakan yang terbaik untuk negeri ini, linier dengan itu semoga Presiden mampu merasionalisasi aset para koruptor dan pelaku bisnis yang tidak taat hukum dan tidak beretika.

Segerakan RUU perampasan aset jadi UU, jika buntu Perpu kan saja, terburuk situasinya bagi lembaga yang tidak “sesuai” Dekrit Presiden bisa dilakukan, kami pikir sesederhana itu saja karena berpolemik terlalu jauh tiada guna.

Sejarah Republik ini pernah melakukan hal tersebut.

InshaAllah Indonesia Mampu dan bisa Berdaya.

Persoalan nya sederhana, mau atau tidak mau dan keberanian dalam memutuskan, “Political Will” elit, penguasa bangsa ini sdg diuji.

InshaAllah jika sesuai harapan diatas, negeri yang penuh berkelimpahan ini sangat mungkin MENIADAKAN PUNGUTAN PAJAK bagi rakyatnya, membebaskan biaya pendidikan dan meminimise biaya kesehatan masyarakat nya.

Selamat datang Indonesia dengan Paradigma barunya. Sejahtera lah dan makmurlah negeriku.

Digdaya & Berdaya Indonesia ku🙏

 

Salam,

Mahadaya’ Indonesia